PERHITUNGAN
ANALISIS SWOT
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas
mandiri mata
kuliah manajemen mutu terpadu program
Studi manajemen pendidikan islam A
Oleh
Esti Ervianingsih 15010103058
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAMA NEGERI (IAIN)
KENDARI
2017
PROFIL
PERUSAHAAN
Identitas
Perusahaan
Nama
Perusahaan : PT. Hyung
Latif
Tahun
Berdiri : 28
Februari 1971
Nama
Pemilik : 1.
Tunut (Generasi Pertama/Pendiri)
2. Iis Hendrayanti (Generasi Kedua)
3. Esti Ervianingsih (Generasi Ketiga)
Bidang
Usaha : Industri
Tekstil Terpadu
Alamat : Jl.
Poros, Ds. Mataiwoi, Kec. Amonggeo Baru, Kab Konawe
Bentuk
Badan Usaha : PT (Perseroan
Terbatas)
Produksi :Pertenunan,
Kain Cetak, Batik, Pemintalan, Pakaian Jadi
Pada mulanya PT. Hyung Latif merupakan
perusahaan khusus pertenunan yang sebagian digunakan untuk industri batik. Latar
belakang berdirinya PT Hyung Latif, dimulai pada tahun 1950 sebagai home
industri batik. Pada Tahun 1966 pemerintah membuka kesempatan yang
seluas-luasnya bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia, baik berasal
dari Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing. Dengan adanya
kebijakan tersebut, maka perusahaan home industri baik menjadi perseroan
terbatas dengan nama PT Hyung Latif pada tahun 1971. Sejak saat itu PT Hyung
Latif menerima permintaan produk yang terus meningkatkan dari waktu ke waktu dari
para konsumen. Selanjutnya PT Hyung Latif mengambil langkah untuk memenuhi
kebutuhan perusahaan dan untuk mengantisipasi agar tidak terganggu aktivitas
produksi PT Hyung Latif apabila suatu saat perusahaan mengalami kesulitan
karena terjadi kenaikan harga baku pasaran, maka didirikanlah perusahaan pensuplai
bahan baku tekstil dan batik yaitu PT Hyung Latif.
Kegiatan usaha PT Hyung Latif dimulai hanya
dengan satu bidang saja, yaitu pertenunan. Lokasi pabrik tenun pada mulanya
berada di Jl. Poros Ds. Mataiwoi Kec. Amonggedo Baru Kab. Konawe. Seiring dengan
berkembangnya perusahaan, maka didirikanlah pabrik perajutan dan garment di
lokasi yang sama sehingga pada tahun 1982 juga didirikan pabrik pemintalan
sehingga menjadi industri tekstil terpadu, dengan adanya produksi cetak dan
pembuatan kain bermotif batik. Karena semakin pesatnya perkembangan perusahaan.
Dengan unit usaha pemintalan, pencetakan
tekstil bermotif dan konfeksi pakaian jadi, mengingat
pengunaan kain adalah salah satu kebutuhan wajib manusia dan tidak bisa
dipungkiri bahwa semua orang membutuhkan kain untuk pembuatan pakain manusia.
Oleh karena itu perusahaan kami menjadi semakin pesat karena banyaknya pesanaan
dan kebutuhan masyarakat
Sebagian besar benang tenun tersebut digunakan
sendiri oleh PT Hyung Latif, sedangkan Kain Grei, kain jadi dan printing
sebagian dijual di dalam negeri sedangkan sisanya dijual eksport (untuk
kualitas A). Bahan baku benang dan tekstil yang dihasilkan terbuat dari serat
katun. Polyester atau campuran keduanya. Untuk menjaga kualitas produknya
Saat ini PT Hyung Latif dipegang oleh generasi
ketiga yaitu Ibu Esti Ervianingsih (generasi pertama yang juga menjadi pendiri
adalah Tunut, dan kemudian dikembangkan oleh generasi kedua yaitu iis
Hendrayanti). Pada tahun 2007, beliau menerapkan Corporate Culture yang baru yaitu:
“Moving Together Toward Excellence” yang berarti maju bersama menjadi yang terbaik.
Corporate culture itu diturunkan dalam bentuk visi, misi dan objective/sasaran,
sebagai berikut.
Visi
dan Misi Perusahaan
Visi
Menjadi perusahaan tekstil yang terintegrasi
yang terkenal sebagai
yang
terbaik terutama oleh pemegang saham, pelanggan dan
karyawan.
Misi
1.
Menjadi perusahaan tekstil yang terintegrasi
yang dapat
memuaskan pemegang saham melalui profit, dan
pelanggan
melalui baiknya pelayanan pelanggan, kualitas
dan harga.
2.
Menyediakan lingkungan kerja yang menekankan
kejujuran,
kehati-hatian, keamanan dan penghargaan
berdasar
3.
Menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat
sekitar PT Hyung Latif.
TABEL PENGHITUNGAN SWOT (EFAS &
IFAS)
No
|
STRENGTH
|
BOBOT
|
RATING
|
NILAI SKOR
|
|
1
|
Hanya ada satu pabrik kain di daerah
|
0,20
|
4
|
0,8
|
|
2
|
Banyak menyediakan jenis dan harga kain
|
0,25
|
3
|
0,75
|
|
3
|
Bahan produk yang
terjamin kualitasnya
|
0,25
|
3
|
0,75
|
|
4
|
Konsumen yang banyak
|
0,10
|
2
|
0,20
|
|
Sub Total
|
0,8
|
2,5
|
|||
No
|
WEAKNESS
|
BOBOT
|
RATING
|
NILAI SKOR
|
|
1
|
Kurang konsumen global
|
0,25
|
1
|
0,25
|
|
2
|
Masih banyak produksi cacat
|
0,20
|
1
|
0,20
|
|
3
|
Kurang sosialisasi produk
baru
|
0,20
|
3
|
0,60
|
|
4
|
Kurang pengawasan
|
0,15
|
2
|
0,30
|
|
Sub Total
|
0,8
|
1,35
|
|||
Selisih Nilai Skor
(STRENGTH – WEAKNESS)
|
1,15
|
||||
No
|
OPPORTUNITY
|
BOBOT
|
RATING
|
NILAI SKOR
|
|
1
|
Tempat strategis
|
0,25
|
4
|
1
|
|
2
|
Fasilitas yang Memadai
|
0,15
|
2
|
0,30
|
|
3
|
Perkembangan jenis dan macam
kain
|
0,30
|
3
|
0,90
|
|
4
|
Distribusi produk luas
|
0,30
|
4
|
1,2
|
|
Sub Total
|
1,0
|
3,4
|
|||
No
|
THREATH
|
BOBOT
|
RATING
|
NILAI SKOR
|
|
1
|
Kebutuhan konsumen yang berubah-ubah
|
0,30
|
1
|
0,30
|
|
2
|
Ekonomi kurang stabil
|
0,20
|
2
|
0,40
|
|
3
|
Kelangkaan tenaga kerja
|
0,15
|
3
|
0,45
|
|
Sub Total
|
0,65
|
1,15
|
|||
Selisih Nilai Skor
(Opportunity – Threath)
|
2,25
|
||||
Analisis
yang didapat pada Tabel Matrik di Atas menunjukkan nilai total skor dari
masing-masing faktor dapat dirinci sebagai berikut :
Strength : 2.5
Weakness : 1,35
Opportunity : 3,4
Threats : 1,15
Maka
diketahui nilai Strength di atas nilai Weakness, dengan selisih (+) 1.15 dan nilai Opportunity di atas
nilai Threats dengan selisih (+) 2.25.
Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam
Diagram Cartesius SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini :
Jadi
dari hasil analisis tersebut maka didapatkan bahwa posisi strategi Berada pada Kuadran
I (positif, positif). Posisi ini menandakan sebuah “usaha” atau organisasi
yang kuat dan berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah
“Progresif”, artinya usaha atau organisasi dalam kondisi prima dan mantap
sehingga sangat mungkin untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan
dan meraih kemajuan secara maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar