Kamis, 01 Desember 2016

Makalah Manajemen. Ergonomi dan Tata Ruang

ERGONOMI DAN TATA RUANG
Dosen Pengampu: Syamsuddin, S.Pd.I M.Pd.









Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Dasar-Dasar ManajemenProdi Manajemen
Pendidikan Islam



Oleh Kelompok IV:
Esti Ervianingsih  15010103058
Herlina                 15010103050
Irfan                     12010103034
Rabaun                 15010103038



FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2016




KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini dengan beberapa sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta dalam makalah ini.
Kami menyadari bahwa semua manusia tidaklah sempurna, oleh karena itu, tidak ada hal yang bisa di selesaikan dengan sempurna. Begitu pula dengan makalah yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami melakukan sebisa  kami untuk menyelesaikan makalah ini dengan kemampuan yang kami miliki.
Seperti yang telah kami jelaskan di atas, kami memiliki kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Yang sifatnya membangun, kami akan menerima semua kritikan untuk di jadikan sebagai patokan kami untuk memperbaiki kesalahan dalam makalah kami di kesempatan yang akan datang, sehingga makalah kami yang berikutnya dapat kami selesaikan dengan  baik.
                                                                       
                                                                                    Kendari, April 2016

                                                                                                Penyusun









DAFTAR ISI
Halaman Judul.............................................................................................     
Kata pengantar.............................................................................................    ii
Daftar Isi......................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................
A.    Pendahuluan.....................................................................................    1
B.     Rumusan Masalah............................................................................    1
C.     Tujuan..............................................................................................    1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................     
A.    Pengertian dan Sejarah Ergonomi....................................................    2
B.     Pendekatan dan Manfaat Ergonomi................................................    4
C.     Prinsip-prinsip Tata Ruang Kantor...................................................    5
D.    Pengertian dan Asas tata Ruang Kantor..........................................    7
E.Tata Ruang Kantor yang Ergonomi....................................................    8
BAB III KESIMPULAN............................................................................     
A.    Kesimpulan...................................................................................... 10
B.     Saran................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 11





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Konsep ergonomi merupakan landasan fundamental bagi pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja dan produktivitas kerjanya. Ergonomi harus membuat dan menjadikan sesuatu menjadi sederhana, praktis, dan banyak manfaatnya, sehingga demikian rupa konsep ergonomi sangat peting untuk diaplikasikan dalam pekerjaan. Konsep ergonomi menempatkan pegawai sebagai sosok yang manusiawi dan alamiah, dimana pegawai dapat menunjukan kinerjanya semaksimal mungkin dengan mempertahankan kemampuan dan keterbatasaanya. Implementasi ergonomi akan optimal, apabila semua pihak berpartisipasi, aktif, mulai dari semua pegawai dari semua level hingga pimpinannya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penyusun merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini
1.      Apa pengertian dan sejarah ergonomi ?
2.      Apa pendekatan dan manfaat ergonomi ?
3.      Apa prinsip ergonomi ?
4.      Apa pengertian dan asas tata ruang kantor ?
5.      Bagaimana tata ruang kantor yang ergonomi ?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu untuk menjawab permasalahan sebagaimana diungkapkan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian dan sejarah ergonomi.
2.      Untuk mengetahui pendekatan dan manfaat ergonomi.
3.      Untuk mengetahui prinsip ergonomi.
4.      Untuk mengetahui pengertian dan asas tata ruang kantor.
5.      Untuk mengetahui tata ruang kantor yang ergonomi.

 BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Sejarah Ergonomi
Ergonomi berasal dari kata “ergo” atau gerak/kerja, dan “nomos” yag artinya alamiah yaitu gerakan yang efekktif, efisien, nyaman, aman, tidak menimbulkan kelelahan dan kecelakaan sesuai kemampuan tubuh tetapi mendapatkan hasil kerja yang optimal. Oleh karena itu dalam pendekatan ergonomi memerlukan keseimbangan antara kemampuan tubuh dan tugas kerja. [1]
Menurut Sulistyadi, ergonimo berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas kata”ergos” yang artinya bekerja, dan “nomos” yang artinya hukum alam, sehingga ergonomi didefinisikan sebagai ilmu yang meneliti tentang keterkaitan antara orang dan lingkunagn kerjanya.[2]
Ergonomi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari kaitan manusia dengan pekerjaanya. Istilah ergonomi lebih populer diguakan oleh beberapa negara Eropa Barat, sedangkan di Amerika istilah ergonomi dikenal dengan human factors engineering atau human engineering. International Ergonomics Association  menyatakan bahwa:
“Ergonomics (or human factors) is the secientific discipline concerned with the understanding of interaction among humans and other elements of a system, and the profession that aplies theory, principles, data and methods to design in order to optimize human well-being and overall system performance. [3]
 Ergonomi meupkan suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan pemahaman tentang interaksi antar manusia dan unsur lainnya dari suatu sistem, serta profesi yang menerapkan teori, prinsip dan metode dalam mendisain suatu sistem sehingga dapat mengoptimalkan kinerja manusia dan sistem acara secara keseluruhan.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan ergonomi merupakan studi gerakan yang efektif dan efisien untuk menyerasikan kemampuan tubuh manusia, pekerjaan dan lingkungan kerjanya, dan produktivitas kerja yang lebih optimal. Pendekatan ilmu ergonomi juga dapat digunakan untuk perancangan tata ruang kantor, yaitu dengan menciptakan terjadinya keserasian antara pegawai dengan sistem kerja atau dapat dilakatakan bahwa sistem  kerja harus menjadikan pegawai dapat bekerja dengan nyaman. [4]
Sejarah ergonomi telah berlangsung cukup lama. Beberapa fakta menarik tentang sejarah ergonomi adalah:
1.    Revolusi industri menghasilkan banyak penemuan baru yang bertujuan untuk membantu manusia melakukan banyak hal atau pekerjaan secara lebih cepat dan efisien. Sebagai tambahan untuk mempercetap suatu pekerjaan, item-item atau produk-produk yang dihasilkan juga lebih seragam dan juga tahan lama. Teori ini banyak melatar belakangin konsep-konsek ergonomi yang dipakai saat ini.
2.    Pada awal 1700an, terdapat dokumen-dokumen yang ditulis yang membandingkan berbagai macam pekerjaan dan penyakit-penyakitatau cedera yang saling berhubungan. Bernardio Ramizinni, seorang dokter Italia, yang hidup dari q633 sampai 1714, dinobatkan menjadi bapak kedokteran kerja atau okupasi. Hal ini dikarenakan dia dapat melihat secara jelas hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaannya.
3.    Istilah ergonomi diciptakan pada tahun 1857 oleh Wojciech Jastrzebowski. Seorang ahli biologi dari Polandia menulis narasi filosofi tentang         “The secience of Nature” termasuk istilah dan konsep-konsepnya. Dia melakukan penelitian tentang kerja (The Study of Work) yang selanjutnya bnayak dilibatkan dibeberapa konsep dasar ergonomi.
4.    Istilah ergonomi berasal dari istilah Yunani ergon berarti kerja dan nomos berarti hukum/aturan. Maka ergonomi adalah working according to nature atau bekerja berdasarkan kondisi alami dan bukan melakukan kerja yang sulit bagi tubuh.
5.    Dengan kepopuleran manajemen sains pada awal 1990-an, industri-industri besar menjadi sadar bahwa produktifitas yang lebih baik akan tercapai saat pekerja ditempatkan diposisi tertetu. Walaupun pada saat itu sebagian besar konsep dasar ergonomi masih belum dipahami, namun orang-orang dapat melihat beberapa hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaan yang dilakukannya tiap hari.
6.    F.W. Taylor, yang hidup dari 1856-1915, adalah seorang insinyur mesin Amerika yang mencoba memperbaiki kompetensi industri. Dia dianggap sebagai pendiri atau penemu manajemen sains dan merupakan salah satu konsultan manajemen yang paling awal. Dia sangat tertarik dengan ergonomi dan menemukan metode yang unuk untuk meningkatkna produktifitas pekerja.
7.    Frank dan Lilian Gilberth (pionir teknik industru) sangat tertarik dengan teori Taylor. Frank dan Lilian Gilberth mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap ergonomi. Mereka lebih mengarah kepada pengurangan gerakan yang dibutuhkan dalam tugas atau pekerjaan tertetu, dan hal ini membawa, dan mengarahkan manusia pada konsep inti dari ergonomi untuk pertama kalinya.
8.    Seorang opsir tentara Alphose Chapanis  memulai untuk memindah-mindahkan benda-benda atau objek-objek yang berada disekitar kopkit pesawat pada saat perang dunia ke-2. Dia menyadari bahwa saat panel instrimen disederhanakan, pilot-pilot membuat lebih sedikit kesalahan dan lebih sukses dalam pengalaman terbangnnya. Hal ini mirip dengan ergonomi diperkantoran dimana manusia dapat memiliki performa yang baik tiap hari dimeja kerjanya saat objek-objek diletakan diposisi yang tepat sesuai dengan tubuhnya agar berfungsi degan baik.
9.    Setelah perng dunia ke-2 ergonomi menjadi sangat pentng tidak hanya untuk kepentingan produktivitas, tetapi juga untuk keselamatan pekerja. Pada waktu itu banyak sekali riset yang dilakukan mengenai keselamatan kerja dan profeional dibidang kesehatan mulai menaruh perhatian.
10.  Banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana ergonomi akan berkembang dimasa depan. Karena saat ini banyak pekerjaan tidak memerlukan banyak aktiviras fisik, banyak perusahaan mencari jalan untuk mempromosikan kesehatan staff kantor yang lebih baik.[5]
B.      Pendekatan dan Manfaat Ergonomi
Permasalahan yang berkaitan dengan faktor ergonomi umumnya disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian antara pegawai dengan lingkungan pekerjaanya secara menyeluruh, termasuk peralatan pekerjaan yang digunakan oleh pegawai tersebut. Penerapan ergonomi dapat dilakukan denga dua pendekatan yaitu:
1.      Pendekatan Kuratif
Dilakukan pada suatu prosen yang sudah atau sudah berlangsung. Kegiatannya berupa intervensi, perbaikan, atau modifikasi proses yang sedang atau sudah berjalan. Sasaran kegiatan ini adalah kondisi kerja dan lingkungan kerja dan dalam pelaksanaanya harus melibatkan pekerja yang terkait dengan proses kerja yang sedang berlangsung.[6] 
2.      Pendekatan Konseptual
Dikenal sebagai endekatan sistem dan akan dengan efektif dan efisien bila dilakukan pada saat perencanaan. Bila berkaitan dengan teknologi, maka sejak proses pemilihan dan alih teknologi prinsip-prinsip ergonomi sudah sewajarnya dimanfaatkan bersama-sama dengan kajian lain dan juga perlu, seperti kajian teknis, ekonomi, sosial budaya, hemat energi dan melestarikan lingkungan. Pendekatan ini dikenal dengan pendekatan teknologi tepat guna. Pendekatan ergonomi secara konseptual dilakukan sejak awal perencanaan dengan mengetahui kemampuan adaptasi pekerja sehingga dalam proses kerja selanjutnya pekerja berada dalam batas kemampuan yang dimiliki. [7]


Akan banyak manfaat yang diperleh organisasi jika mampu mengimplementasika ergonomi dengan optimal diantaranya:
1.    Meningkatkan unjuk kerja. Seperti, menambah kecepatak kerja ketepatan, keselamatan, mengurangi energi serta kelelahan yang berlebihan.
2.    Mengurangi waktu, biaya pelatihan dan pendidikan.
3.    Mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya manusia melalui peningkatan keterampilan yang diperlukan.
4.    Mengurangi waktu yang terbuang secara sia-siadan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia.
5.    Meningkatkan kenyamanan kariawan dalam bekerja. [8]
C.    Prinsip-Prinsip Tata Ruang Kantor
Prinsip tata ruang dan perencanaan tata ruang menurut Soedjadi harus diselenggarakan dengan setepat-tepatnya. Prinsip-prinsip dan pedoman dalam tata ruang dan perencanaan tata ruang kantor adalah:
1.        Aliran pekerjaan harus diusahakan bergerak menuju kedepan sehingga mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyimpangan arus yang bolak balik dan tabrakan.
2.        Tempat setiap pegawai harus sedekat mungkin dengan:
a.       Pimpinan dimana ia menerima pekerjaan;
b.      Mesin, perlengkapan, dan peralatan kerja yang dengannya dia harus paling banyak mengguakannya;
c.       Pimpinan dimana dia harus senantiasa mendapat bimbingan langsung tentang pekerjaan dan tentang penggunaan mesin, perlengkapan, dan peralatan seperti tersebut pada butir b;
d.      Pimpinan lain kemana dia harus menyerahkan pekerjaan yang telah diselesaikan.
3.        Manajer harusnya dibuatkan kamar-kamar kerja tersendiri untuk masing-masing orang, sebab mereka itu dapat dipandang sebagai pusat konsentrasi pemikiran seluruh organisasi. Maka sebaiknya ruangannya dilengkapi dengan dictaphone dan meghapone dan alat-alat lainnya yang dapat menghubungkan mereka dengan pimpinannya.
4.        Pekerjaan teknis seperti pusat pengetikan, pusat audio visual, reproduksi foto kopi, stensil dan percetakan, serta pusat pekerjaan administratif (ketatausahaan) sebaiknya disediakan ruang-ruang tersendiri terpisah dari Think-tank tersebut, agar suara-suara yang timbul dari bekerjanya alat-alat kerja dapat diisolasi.
5.        Kamar operasi (operatium room) sebagai salah satu alat pengendalian kegiatan hendaknya jangan terlalu jauh dari kamar kerja top manajer.
6.        Unit yang melayani umum, hendaknya menepati ruang yang mudah mereka capai, tetapi tidak mengganggu ketenangan kerja seluruhnya.
7.        Ruangan untuk unit-unit yang berhubungan dengan permesinan, pergudangan, alat-alat besar, dan sebagainya sebaiknya diletakan dibelakang, sehingga mengurangi kegaduhan bagi unit-unit lain.
8.        Hendaknya diusahakan adanya tempat kerja serta perabotannya yang tepat letaknya, jangan dipindah-pindahkan sehingga tidak membingungkan orang.
9.        Untuk menerima keleluasaan gerakan badan pegawai khusus untuk pekerjaany administrasi, maka diusahakan agar space kerja setiap orang tidak kurang dari 1,5x 2m2, (masih harus diperhitungkan setiap ruangan kerja itu juga ditempatkan meja, kursi, lemari, fling cabinet dan sebagainya.
10.    Tempat duduk para pegawai hendaknya diatur jangan sampai mereka saling berhadapan dengan seseorang dengan yang lainnya, yakni untuk menjaga agar mereka tidak selalu saling bercakap tentang hal diluar pekerjaan.
11.    Segi-segi ketenangan dan keselamatan kerja pegawai harus dijamin dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
a.       Adanya unit-unit atau alat-alat pemadam kebakaran alat-alat PPPK, serta alat keamanan lain termasuk pos penjaga di pintu masuk dan pintu keluar;
b.      Harus ada jaan khusus untuk keluar dalam keadaan darurat;
c.       Kebisongan mesin-mesin yang sedang bekerja harus diisolisir dengan misalnya menempatkan mesin-mesin itu didekat endela, dan ;ebih pada waktu mesin-mesin tersebut sedang bekerja, maka jendela tadi harus dibuka lebar;
d.      Dinding, jendela dan pintu sebaiknya dibuat dari bahan yang tidak memperkuat gema suara serta jangan lupa selalu meminyaki engsel-engselnya;
e.       Hendaknya dalam intansi itu sendiri telah tersedia semacam kafetaria murah khusus untuk para pegawai.
12.    Untuk keperluan pribadi para pegawai, maka ditempat yang tidak jauh tapi juga tidak terlalu dekat dengan tempat kerja pegawai hendaknya disedikan:
a.       Kamar kecil (toilet) yang bersih, sehat, dan cukuo jumblahnya;
b.      Kamar-kamar rias terutama bagi pegawai-pegawai wanita;
c.       Tempat-tempat air minum yang bersih, dan sehat.
13.    Untuk keperluan pertemuan dan rekreasi bersama hendaklah ada satu ruang khusus atau aula dari yang berukuran kecil sampai besar.
14.    Untuk mempermudah bagi tamu-tamu mengetahui letak ruang kerja pimpinan atau unit-unit yang diperlukan, maka perlu dilaksanakan adanya:
a.       Ruang tamu yang cukup lapang dan tenang;
b.      Skema denah dari seluruh unit dalam instansi itu yang ditarih diruang tamu tersebut;
c.       Daftar nama pimpinan berikut jabatannya, dan nomor kamar kerjanya serta pesawat teleponnya;
d.      Nomor-nomor tertentu untuk setiap ruang kerja yang jelas dan dipasang setiap pintu setiap ruangan.
15.    Untuk keindahan dan kesegaran udara dalam ruangan, hendaklah dipenuhi persyaaratan-persyaratan berikut:
a.       Adanya lubang peranginan yang cukup dan memungkinkan sirkulasi udara secara teratur;
b.      Tingkat kelembaban berkisar antara 45% s.d. 60%;
c.       Daya penerangan denan lampu hemat energi.
16.    Kesegaran udara dan keindahan areal tempat kerja hendaklah dilaksanakan adanya:
a.       Jalan sekitar tempat kerjayang cukup lapang dan sejuk;
b.      Kebun dengan rerumputan dan taman bunga-bungan yang segar;
c.       Tempat parkir mobil yang cukup luas dan tidak terlalu dekat dengan kamar kerja pegawai. [9]
D.    Pengertian dan Asas Tata Ruang Kantor
Pengertian tata ruang kantor dalam bahasa Inggris disebut dengan Office Layout. Terdapat beberapa definisi tentang tata ruang kantor menurut para ahli:
Qible menyatakan bahwa tata ruang kantor menjelakan bagaimana penggunaan ruang secara efektif serta mampu bemberikan kesan yang mendalam bagi pegawai. Selanjutya, Terry menyatakan bahwa tata ruang kantor adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan dalam penggunaan ruang secara terperinci, untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan pekerjaan kantor dengan biaya yang layak.
Terdapat empat asas pokok dalam tata ruang kantor yang penting untuk diperharikan yaitu:
1.    Jarak terpendek
Ini adalah asak tata ruang yang mendisain tempat kerja pegawai dan penempatan alat-alat diletakan dalam jarak yang seekat mungkin sehingga memungkinkan proses penyelesaian suatu pekerjaan kantor dapat dilakukan dengan cepat. Dalam hal ini garis lurus antara dua titik adalah jarak yang terpendek. [10]
2.    Rangkaian Kerja
Asas ini menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor yang akan digunakan menurut rangkaian yang sejalan denag urutan penyelesaian pekerjaan kantor  dari pegawai yang bersangkutan. Oleh karena itu satu komputer selalu bergandengan dengan satu printer dengan kertas dan keperluan lainnya yang berurutan. Asas ini merupakan kelengkapan dari asa jarat kerpendek.[11]
3.    Penggunaan Segenap Ruangan yang Ada
Asas ini mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada dikantor, jangan dibiarkan ada ruang yang kosong karena alasan kelebihan ruangan, ruangan dimaksud bukan hanya berupa luas lantai saja, melaikan juga ruang yang vertikal ke atau maupun ke bawah.
4.    Perubahan Sususan Tempat Kerja
Asas ini adalah asas tata ruang yang mudah diubah atau disusun kembali dan perubahannya tidak terlampau sukar serta tidak memakai biaya yang besar. Dengan tata ruang yang berubah, baik layout, warna, maupun letak perabot akan memberikan suasana yang lebih bsegar bagi para pegawai dan pelaggan yang dilayani.[12]
E.     Tata Ruang Kantor yang Ergonomi
Tata ruang kantor yang ergonomi menurut Wingjosoebroto adalah pengaturan tata letak dan fasilitas kerja untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien seperti halnya dengan pengatura gerakan dan disesuaikan juga dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. Jadi yang dimaksud dengan tata ruang kantor yang ergonomi adalah pengaturan tempat kerja, penyusunan perabot, dan perlengkapan dengan menggunakan gerakan yang efektif, efisien, nyaman dan aman, disesuaikan juga dengan kemampuan tubuh manusi, pekerjaan, dan lingkungn kerjanya sehingga mendapat kinerja yang lebih optimal. [13]
Gie menambahkan bahwa tata ruang kantor yang argonomi adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan tentang penggunaan secara terperinci dari ruang ini untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak.[14]
Implementasi program ergonomi dalam tata ruang kantor membutuhkan perhatian yang penting yaitu:
1.      Komitmen
Pembangunan komitmen dari manajemen, ini sangat diperlukan dalam setiap penerapan program, karena sistem yang baik harus ditunjang oleh dukungan dari top management.
2.      Pelatihan
Mengadakan pelatihan ergonomi untuk melatih adanya partisipasi dari seluruh pegawai. Ini memberikan pengetahuan kepada pekerja akan pentingnya penerapan ergonomi demi meningkatkan produktifitas di tempat kerja.
3.      Working Group
Membentuk Working Group yang bertanggung jawab untuk penerapan program ini.
Prinsip-prinsip ekonomi gerakan diterapkan dalam pengaturan tata letak kantor dengan harapan pegawai mampu menghasilkan kinerja dan produktivitas kerja yang lebih optimal. Wignjosoebroto mengemukakan beberapa prinsip ekonomi gerakan yaitu:
1.         Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan tempat kerja berlangsung.
a.       Tempat-tempat tertentu yang tidak sering dipindah-pindahkan harus disediakan untuk semua alat dan bahan sehingga dapat menimbulkan kebiasaan yag tetap.
b.      Letakan bahan dan peralatan pada jarak yang dapat dengan mudah dan nyaman dicapai pekerja sehingga mengurangi usaha mencari-cari.
2.         Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan desain peralatan kerja yang digunakan.
a.       Kurangi sebanyak mungkin pekerjaan tubuh (manual) apabila hal tersebut dapat dilaksanakan dengan peralatan kerja.
b.      Usaha menggunakan peralatan kerja yang dapat melaksanakan berbagai macam pekerjaan sekaligus, baik yang sejenis maupun yang berlainan.[15]









[1] Doni Juni Priansa dan Agus garnida, Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien, dan Profesional, (Bandung: Alfabeta, 2013), h.122     
[2] Ibid.,
[3] Ibid.,
[4] Ibid., h 113
[5] Ibid., h 113-115
[6] Ibid., h 115
[7] Ibid., h 116
[8] Ibid.,   
[9] Doni Juni Prianto dan Fanny Damayanti, Administrasi dan Operasional Perkantoran. (Bandung: Alfabeta. 2015). h 113-117
[10]Doni Juni Priansa dan Agus Garnida. Op, cit. h 125
[11] Ibid.,
[12] Ibid.,
[13] Ibid., h 126
[14] Ibid.,  
[15] Ibid., h 127



BAB III
KESIMPULAN
A.      Kesimpulan
1.      Ergonomi berasal dari kata “ergo” atau gerak/kerja, dan “nomos” yag artinya alamiah yaitu gerakan yang efekktif, efisien, nyaman, aman, tidak menimbulkan kelelahan dan kecelakaan sesuai kemampuan tubuh tetapi mendapatkan hasil kerja yang optimal.
2.      Penerapan ergonomi dapat dilakukan denga dua pendekatan yaitu: Pendekatan kuratif, pendekatan konseptual. Manfaat ergonomi Meningkatkan unjuk kerja. Seperti, menambah kecepatak kerja ketepatan, keselamatan, mengurangi energi serta kelelahan yang berlebihan, Mengurangi waktu, biaya pelatihan dan pendidikan, Mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya manusia melalui peningkatan keterampilan yang diperlukan, Mengurangi waktu yang terbuang secara sia-siadan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia, Meningkatkan kenyamanan kariawan dalam bekerja.
3.      Prinsip tata ruang dan perencanaan tata ruang menurut Soedjadi harus diselenggarakan dengan setepat-tepatnya.
4.      Pengertian tata ruang kantor dalam bahasa inggris disebut denagn Office Layout. Tata ruang kantor menjelakan bagaimana penggunaan ruang secara efektif serta mampu bemberikan kesan yang mendalam bagi pegawai.
5.      Tata ruang kantor yang ergonomi menurut Wingjosoebroto adalah pengaturan tata letak dan fasilitas kerja untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien seperti halnya dengan pengatura gerakan dan disesuaikan juga dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien.

B.       Saran
Ergonomi dan tata ruang sangat bagus jika kita senantiasa mengaplikasikannya di dalam tata ruang kantor, kelas dan masih banyak lagi ruangan yang membutuhkan konsep ergonomi dan tata ruang, adapun kami dari penulis sangat menyerankan bagi pembaca yang budiman agas senantiasa mengaplikasikan ergonomi dan tata ruang di dalam kantor atau ruang kelas, karena bisa menciptakan ruangan yang nyaman, sehat dan efisien. Penulis sadar jika dalam makalah kami masih sangat banyak kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang budiman yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA
Doni Juni Priansa dan Agus garnida, Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien, dan Profesional, Bandung. Alfabeta, 2013
Doni Juni Prianto dan Fanny Damayanti, Administrasi dan Oprasional Perkantoran, Bandung, Alfabeta, 2015























ARMY

Lirik Soyou (소유) - I Miss You (Goblin/도깨비 OST Part.7) [HANGUL/ROM/ ENGLISH & INDONESIA TRANSLATION] HANGUL 바라보면 자...