ERGONOMI DAN TATA RUANG
Dosen Pengampu: Syamsuddin, S.Pd.I M.Pd.
Makalah Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Dasar-Dasar
ManajemenProdi Manajemen
Pendidikan
Islam
Oleh Kelompok IV:
Esti Ervianingsih 15010103058
Herlina 15010103050
Irfan 12010103034
Rabaun 15010103038
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2016
KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kehadirat
Allah yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat
diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini dengan beberapa sumber yang
telah kami pakai sebagai data dan fakta dalam makalah ini.
Kami menyadari bahwa semua manusia tidaklah
sempurna, oleh karena itu, tidak ada hal yang bisa di selesaikan dengan
sempurna. Begitu pula dengan makalah yang telah kami selesaikan. Tidak semua
hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami melakukan
sebisa kami untuk menyelesaikan makalah ini
dengan kemampuan yang kami miliki.
Seperti yang telah kami jelaskan di atas, kami
memiliki kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu kami bersedia menerima
kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Yang sifatnya membangun, kami akan
menerima semua kritikan untuk di jadikan sebagai patokan kami untuk memperbaiki
kesalahan dalam makalah kami di kesempatan yang akan datang, sehingga makalah kami
yang berikutnya dapat kami selesaikan dengan baik.
Kendari, April 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul.............................................................................................
Kata pengantar............................................................................................. ii
Daftar Isi...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................
A.
Pendahuluan..................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................ 1
C.
Tujuan.............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................
A.
Pengertian
dan Sejarah Ergonomi.................................................... 2
B.
Pendekatan
dan Manfaat Ergonomi................................................ 4
C.
Prinsip-prinsip
Tata Ruang Kantor................................................... 5
D.
Pengertian
dan Asas tata Ruang Kantor.......................................... 7
E.Tata Ruang Kantor yang Ergonomi.................................................... 8
BAB III KESIMPULAN............................................................................
A.
Kesimpulan...................................................................................... 10
B.
Saran................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Konsep
ergonomi merupakan landasan fundamental bagi pegawai dalam upaya meningkatkan
kinerja dan produktivitas kerjanya. Ergonomi harus membuat dan menjadikan
sesuatu menjadi sederhana, praktis, dan banyak manfaatnya, sehingga demikian
rupa konsep ergonomi sangat peting untuk diaplikasikan dalam pekerjaan. Konsep
ergonomi menempatkan pegawai sebagai sosok yang manusiawi dan alamiah, dimana
pegawai dapat menunjukan kinerjanya semaksimal mungkin dengan mempertahankan
kemampuan dan keterbatasaanya. Implementasi ergonomi akan optimal, apabila
semua pihak berpartisipasi, aktif, mulai dari semua pegawai dari semua level
hingga pimpinannya.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penyusun merumuskan beberapa
permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini
1.
Apa
pengertian dan sejarah ergonomi ?
2.
Apa
pendekatan dan manfaat ergonomi ?
3.
Apa
prinsip ergonomi ?
4.
Apa
pengertian dan asas tata ruang kantor ?
5.
Bagaimana
tata ruang kantor yang ergonomi ?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan dari makalah ini yaitu untuk menjawab permasalahan sebagaimana
diungkapkan sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui pengertian dan sejarah ergonomi.
2.
Untuk
mengetahui pendekatan dan manfaat ergonomi.
3.
Untuk
mengetahui prinsip ergonomi.
4.
Untuk
mengetahui pengertian dan asas tata ruang kantor.
5.
Untuk
mengetahui tata ruang kantor yang ergonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian dan Sejarah Ergonomi
Ergonomi
berasal dari kata “ergo” atau
gerak/kerja, dan “nomos” yag artinya
alamiah yaitu gerakan yang efekktif, efisien, nyaman, aman, tidak menimbulkan
kelelahan dan kecelakaan sesuai kemampuan tubuh tetapi mendapatkan hasil kerja
yang optimal. Oleh karena itu dalam pendekatan ergonomi memerlukan keseimbangan
antara kemampuan tubuh dan tugas kerja. [1]
Menurut
Sulistyadi, ergonimo berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas kata”ergos” yang artinya bekerja, dan “nomos” yang artinya hukum alam,
sehingga ergonomi didefinisikan sebagai ilmu yang meneliti tentang keterkaitan
antara orang dan lingkunagn kerjanya.[2]
Ergonomi
merupakan disiplin ilmu yang mempelajari kaitan manusia dengan pekerjaanya.
Istilah ergonomi lebih populer diguakan oleh beberapa negara Eropa Barat,
sedangkan di Amerika istilah ergonomi dikenal dengan human factors engineering atau human
engineering. International Ergonomics Association menyatakan bahwa:
“Ergonomics (or human factors) is the secientific discipline
concerned with the understanding of interaction among humans and other elements
of a system, and the profession that aplies theory, principles, data and
methods to design in order to optimize human well-being and overall system
performance. [3]
Ergonomi meupkan suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan
pemahaman tentang interaksi antar manusia dan unsur lainnya dari suatu sistem,
serta profesi yang menerapkan teori, prinsip dan metode dalam mendisain suatu
sistem sehingga dapat mengoptimalkan kinerja manusia dan sistem acara secara
keseluruhan.
Berdasarkan
pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan ergonomi
merupakan studi gerakan yang efektif dan efisien untuk menyerasikan kemampuan
tubuh manusia, pekerjaan dan lingkungan kerjanya, dan produktivitas kerja yang
lebih optimal. Pendekatan ilmu ergonomi juga dapat digunakan untuk perancangan
tata ruang kantor, yaitu dengan menciptakan terjadinya keserasian antara
pegawai dengan sistem kerja atau dapat dilakatakan bahwa sistem kerja harus menjadikan pegawai dapat bekerja
dengan nyaman. [4]
Sejarah
ergonomi telah berlangsung cukup lama. Beberapa fakta menarik tentang sejarah
ergonomi adalah:
1.
Revolusi
industri menghasilkan banyak penemuan baru yang bertujuan untuk membantu
manusia melakukan banyak hal atau pekerjaan secara lebih cepat dan efisien.
Sebagai tambahan untuk mempercetap suatu pekerjaan, item-item atau
produk-produk yang dihasilkan juga lebih seragam dan juga tahan lama. Teori ini
banyak melatar belakangin konsep-konsek ergonomi yang dipakai saat ini.
2.
Pada awal
1700an, terdapat dokumen-dokumen yang ditulis yang membandingkan berbagai macam
pekerjaan dan penyakit-penyakitatau cedera yang saling berhubungan. Bernardio
Ramizinni, seorang dokter Italia, yang hidup dari q633 sampai 1714, dinobatkan
menjadi bapak kedokteran kerja atau okupasi. Hal ini dikarenakan dia dapat
melihat secara jelas hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaannya.
3.
Istilah
ergonomi diciptakan pada tahun 1857 oleh Wojciech Jastrzebowski. Seorang ahli
biologi dari Polandia menulis narasi filosofi tentang “The
secience of Nature” termasuk istilah dan konsep-konsepnya. Dia melakukan
penelitian tentang kerja (The Study of
Work) yang selanjutnya bnayak dilibatkan dibeberapa konsep dasar ergonomi.
4.
Istilah
ergonomi berasal dari istilah Yunani ergon
berarti kerja dan nomos berarti
hukum/aturan. Maka ergonomi adalah working
according to nature atau bekerja berdasarkan kondisi alami dan bukan
melakukan kerja yang sulit bagi tubuh.
5.
Dengan
kepopuleran manajemen sains pada awal 1990-an, industri-industri besar menjadi
sadar bahwa produktifitas yang lebih baik akan tercapai saat pekerja
ditempatkan diposisi tertetu. Walaupun pada saat itu sebagian besar konsep
dasar ergonomi masih belum dipahami, namun orang-orang dapat melihat beberapa
hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaan yang dilakukannya tiap hari.
6.
F.W. Taylor,
yang hidup dari 1856-1915, adalah seorang insinyur mesin Amerika yang mencoba
memperbaiki kompetensi industri. Dia dianggap sebagai pendiri atau penemu
manajemen sains dan merupakan salah satu konsultan manajemen yang paling awal.
Dia sangat tertarik dengan ergonomi dan menemukan metode yang unuk untuk
meningkatkna produktifitas pekerja.
7.
Frank dan
Lilian Gilberth (pionir teknik industru) sangat tertarik dengan teori Taylor.
Frank dan Lilian Gilberth mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap
ergonomi. Mereka lebih mengarah kepada pengurangan gerakan yang dibutuhkan
dalam tugas atau pekerjaan tertetu, dan hal ini membawa, dan mengarahkan
manusia pada konsep inti dari ergonomi untuk pertama kalinya.
8.
Seorang opsir tentara
Alphose Chapanis memulai untuk
memindah-mindahkan benda-benda atau objek-objek yang berada disekitar kopkit
pesawat pada saat perang dunia ke-2. Dia menyadari bahwa saat panel instrimen
disederhanakan, pilot-pilot membuat lebih sedikit kesalahan dan lebih sukses
dalam pengalaman terbangnnya. Hal ini mirip dengan ergonomi diperkantoran
dimana manusia dapat memiliki performa yang baik tiap hari dimeja kerjanya saat
objek-objek diletakan diposisi yang tepat sesuai dengan tubuhnya agar berfungsi
degan baik.
9.
Setelah perng
dunia ke-2 ergonomi menjadi sangat pentng tidak hanya untuk kepentingan
produktivitas, tetapi juga untuk keselamatan pekerja. Pada waktu itu banyak
sekali riset yang dilakukan mengenai keselamatan kerja dan profeional dibidang
kesehatan mulai menaruh perhatian.
10. Banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana ergonomi akan berkembang
dimasa depan. Karena saat ini banyak pekerjaan tidak memerlukan banyak
aktiviras fisik, banyak perusahaan mencari jalan untuk mempromosikan kesehatan
staff kantor yang lebih baik.[5]
B.
Pendekatan
dan Manfaat Ergonomi
Permasalahan
yang berkaitan dengan faktor ergonomi umumnya disebabkan oleh adanya
ketidaksesuaian antara pegawai dengan lingkungan pekerjaanya secara menyeluruh,
termasuk peralatan pekerjaan yang digunakan oleh pegawai tersebut. Penerapan
ergonomi dapat dilakukan denga dua pendekatan yaitu:
1.
Pendekatan
Kuratif
Dilakukan pada
suatu prosen yang sudah atau sudah berlangsung. Kegiatannya berupa intervensi,
perbaikan, atau modifikasi proses yang sedang atau sudah berjalan. Sasaran
kegiatan ini adalah kondisi kerja dan lingkungan kerja dan dalam pelaksanaanya
harus melibatkan pekerja yang terkait dengan proses kerja yang sedang
berlangsung.[6]
2.
Pendekatan
Konseptual
Dikenal sebagai
endekatan sistem dan akan dengan efektif dan efisien bila dilakukan pada saat
perencanaan. Bila berkaitan dengan teknologi, maka sejak proses pemilihan dan
alih teknologi prinsip-prinsip ergonomi sudah sewajarnya dimanfaatkan
bersama-sama dengan kajian lain dan juga perlu, seperti kajian teknis, ekonomi,
sosial budaya, hemat energi dan melestarikan lingkungan. Pendekatan ini dikenal
dengan pendekatan teknologi tepat guna. Pendekatan ergonomi secara konseptual
dilakukan sejak awal perencanaan dengan mengetahui kemampuan adaptasi pekerja
sehingga dalam proses kerja selanjutnya pekerja berada dalam batas kemampuan
yang dimiliki. [7]
Akan banyak manfaat yang diperleh organisasi jika mampu
mengimplementasika ergonomi dengan optimal diantaranya:
1.
Meningkatkan
unjuk kerja. Seperti, menambah kecepatak kerja ketepatan, keselamatan,
mengurangi energi serta kelelahan yang berlebihan.
2.
Mengurangi
waktu, biaya pelatihan dan pendidikan.
3.
Mengoptimalkan
pendayagunaan sumberdaya manusia melalui peningkatan keterampilan yang
diperlukan.
4.
Mengurangi
waktu yang terbuang secara sia-siadan meminimalkan kerusakan peralatan yang
disebabkan kesalahan manusia.
5.
Meningkatkan
kenyamanan kariawan dalam bekerja. [8]
C.
Prinsip-Prinsip Tata Ruang Kantor
Prinsip
tata ruang dan perencanaan tata ruang menurut Soedjadi harus diselenggarakan
dengan setepat-tepatnya. Prinsip-prinsip dan pedoman dalam tata ruang dan
perencanaan tata ruang kantor adalah:
1.
Aliran
pekerjaan harus diusahakan bergerak menuju kedepan sehingga mengurangi
kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyimpangan arus yang bolak balik dan
tabrakan.
2.
Tempat setiap
pegawai harus sedekat mungkin dengan:
a.
Pimpinan dimana
ia menerima pekerjaan;
b.
Mesin,
perlengkapan, dan peralatan kerja yang dengannya dia harus paling banyak
mengguakannya;
c.
Pimpinan dimana
dia harus senantiasa mendapat bimbingan langsung tentang pekerjaan dan tentang
penggunaan mesin, perlengkapan, dan peralatan seperti tersebut pada butir b;
d.
Pimpinan lain
kemana dia harus menyerahkan pekerjaan yang telah diselesaikan.
3.
Manajer
harusnya dibuatkan kamar-kamar kerja tersendiri untuk masing-masing orang,
sebab mereka itu dapat dipandang sebagai pusat konsentrasi pemikiran seluruh
organisasi. Maka sebaiknya ruangannya dilengkapi dengan dictaphone dan meghapone dan
alat-alat lainnya yang dapat menghubungkan mereka dengan pimpinannya.
4.
Pekerjaan
teknis seperti pusat pengetikan, pusat audio
visual, reproduksi foto kopi, stensil dan percetakan, serta pusat pekerjaan
administratif (ketatausahaan) sebaiknya disediakan ruang-ruang tersendiri
terpisah dari Think-tank tersebut, agar
suara-suara yang timbul dari bekerjanya alat-alat kerja dapat diisolasi.
5.
Kamar operasi (operatium room) sebagai salah satu alat
pengendalian kegiatan hendaknya jangan terlalu jauh dari kamar kerja top
manajer.
6.
Unit yang
melayani umum, hendaknya menepati ruang yang mudah mereka capai, tetapi tidak
mengganggu ketenangan kerja seluruhnya.
7.
Ruangan untuk
unit-unit yang berhubungan dengan permesinan, pergudangan, alat-alat besar, dan
sebagainya sebaiknya diletakan dibelakang, sehingga mengurangi kegaduhan bagi
unit-unit lain.
8.
Hendaknya
diusahakan adanya tempat kerja serta perabotannya yang tepat letaknya, jangan
dipindah-pindahkan sehingga tidak membingungkan orang.
9.
Untuk menerima
keleluasaan gerakan badan pegawai khusus untuk pekerjaany administrasi, maka
diusahakan agar space kerja setiap
orang tidak kurang dari 1,5x 2m2, (masih harus diperhitungkan setiap
ruangan kerja itu juga ditempatkan meja, kursi, lemari, fling cabinet dan sebagainya.
10.
Tempat duduk
para pegawai hendaknya diatur jangan sampai mereka saling berhadapan dengan
seseorang dengan yang lainnya, yakni untuk menjaga agar mereka tidak selalu
saling bercakap tentang hal diluar pekerjaan.
11.
Segi-segi
ketenangan dan keselamatan kerja pegawai harus dijamin dengan melaksanakan
hal-hal sebagai berikut:
a.
Adanya
unit-unit atau alat-alat pemadam kebakaran alat-alat PPPK, serta alat keamanan
lain termasuk pos penjaga di pintu masuk dan pintu keluar;
b.
Harus ada jaan
khusus untuk keluar dalam keadaan darurat;
c.
Kebisongan mesin-mesin
yang sedang bekerja harus diisolisir dengan misalnya menempatkan mesin-mesin
itu didekat endela, dan ;ebih pada waktu mesin-mesin tersebut sedang bekerja,
maka jendela tadi harus dibuka lebar;
d.
Dinding,
jendela dan pintu sebaiknya dibuat dari bahan yang tidak memperkuat gema suara
serta jangan lupa selalu meminyaki engsel-engselnya;
e.
Hendaknya dalam
intansi itu sendiri telah tersedia semacam kafetaria murah khusus untuk para
pegawai.
12.
Untuk keperluan
pribadi para pegawai, maka ditempat yang tidak jauh tapi juga tidak terlalu
dekat dengan tempat kerja pegawai hendaknya disedikan:
a.
Kamar kecil
(toilet) yang bersih, sehat, dan cukuo jumblahnya;
b.
Kamar-kamar
rias terutama bagi pegawai-pegawai wanita;
c.
Tempat-tempat
air minum yang bersih, dan sehat.
13.
Untuk keperluan
pertemuan dan rekreasi bersama hendaklah ada satu ruang khusus atau aula dari
yang berukuran kecil sampai besar.
14.
Untuk
mempermudah bagi tamu-tamu mengetahui letak ruang kerja pimpinan atau unit-unit
yang diperlukan, maka perlu dilaksanakan adanya:
a.
Ruang tamu yang
cukup lapang dan tenang;
b.
Skema denah
dari seluruh unit dalam instansi itu yang ditarih diruang tamu tersebut;
c.
Daftar nama
pimpinan berikut jabatannya, dan nomor kamar kerjanya serta pesawat teleponnya;
d.
Nomor-nomor
tertentu untuk setiap ruang kerja yang jelas dan dipasang setiap pintu setiap
ruangan.
15.
Untuk keindahan
dan kesegaran udara dalam ruangan, hendaklah dipenuhi persyaaratan-persyaratan
berikut:
a.
Adanya lubang
peranginan yang cukup dan memungkinkan sirkulasi udara secara teratur;
b.
Tingkat kelembaban
berkisar antara 45% s.d. 60%;
c.
Daya penerangan
denan lampu hemat energi.
16.
Kesegaran udara
dan keindahan areal tempat kerja hendaklah dilaksanakan adanya:
a.
Jalan sekitar
tempat kerjayang cukup lapang dan sejuk;
b.
Kebun dengan
rerumputan dan taman bunga-bungan yang segar;
c.
Tempat parkir
mobil yang cukup luas dan tidak terlalu dekat dengan kamar kerja pegawai. [9]
D.
Pengertian dan Asas Tata Ruang Kantor
Pengertian
tata ruang kantor dalam bahasa Inggris disebut dengan Office Layout. Terdapat beberapa definisi tentang tata ruang kantor
menurut para ahli:
Qible
menyatakan bahwa tata ruang kantor menjelakan bagaimana penggunaan ruang secara
efektif serta mampu bemberikan kesan yang mendalam bagi pegawai. Selanjutya,
Terry menyatakan bahwa tata ruang kantor adalah penentuan mengenai
kebutuhan-kebutuhan dalam penggunaan ruang secara terperinci, untuk menyiapkan
suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi
pelaksanaan pekerjaan kantor dengan biaya yang layak.
Terdapat
empat asas pokok dalam tata ruang kantor yang penting untuk diperharikan yaitu:
1.
Jarak terpendek
Ini
adalah asak tata ruang yang mendisain tempat kerja pegawai dan penempatan
alat-alat diletakan dalam jarak yang seekat mungkin sehingga memungkinkan
proses penyelesaian suatu pekerjaan kantor dapat dilakukan dengan cepat. Dalam
hal ini garis lurus antara dua titik adalah jarak yang terpendek. [10]
2.
Rangkaian Kerja
Asas
ini menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor yang akan digunakan menurut
rangkaian yang sejalan denag urutan penyelesaian pekerjaan kantor dari pegawai yang bersangkutan. Oleh karena
itu satu komputer selalu bergandengan dengan satu printer dengan kertas dan
keperluan lainnya yang berurutan. Asas ini merupakan kelengkapan dari asa jarat
kerpendek.[11]
3.
Penggunaan
Segenap Ruangan yang Ada
Asas
ini mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada dikantor, jangan dibiarkan
ada ruang yang kosong karena alasan kelebihan ruangan, ruangan dimaksud bukan
hanya berupa luas lantai saja, melaikan juga ruang yang vertikal ke atau maupun
ke bawah.
4.
Perubahan
Sususan Tempat Kerja
Asas
ini adalah asas tata ruang yang mudah diubah atau disusun kembali dan
perubahannya tidak terlampau sukar serta tidak memakai biaya yang besar. Dengan
tata ruang yang berubah, baik layout, warna,
maupun letak perabot akan memberikan suasana yang lebih bsegar bagi para
pegawai dan pelaggan yang dilayani.[12]
E.
Tata Ruang Kantor yang Ergonomi
Tata
ruang kantor yang ergonomi menurut Wingjosoebroto adalah pengaturan tata letak
dan fasilitas kerja untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien seperti
halnya dengan pengatura gerakan dan disesuaikan juga dengan aliran kegiatan dan
gerakan yang efisien. Jadi yang dimaksud dengan tata ruang kantor yang ergonomi
adalah pengaturan tempat kerja, penyusunan perabot, dan perlengkapan dengan
menggunakan gerakan yang efektif, efisien, nyaman dan aman, disesuaikan juga
dengan kemampuan tubuh manusi, pekerjaan, dan lingkungn kerjanya sehingga
mendapat kinerja yang lebih optimal. [13]
Gie menambahkan bahwa tata ruang
kantor yang argonomi adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan
tentang penggunaan secara terperinci dari ruang ini untuk menyiapkan suatu
susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan
kerja perkantoran dengan biaya yang layak.[14]
Implementasi
program ergonomi dalam tata ruang kantor membutuhkan perhatian yang penting
yaitu:
1.
Komitmen
Pembangunan
komitmen dari manajemen, ini sangat diperlukan dalam setiap penerapan program,
karena sistem yang baik harus ditunjang oleh dukungan dari top management.
2.
Pelatihan
Mengadakan
pelatihan ergonomi untuk melatih adanya partisipasi dari seluruh pegawai. Ini
memberikan pengetahuan kepada pekerja akan pentingnya penerapan ergonomi demi
meningkatkan produktifitas di tempat kerja.
3.
Working Group
Membentuk Working Group yang bertanggung jawab
untuk penerapan program ini.
Prinsip-prinsip ekonomi gerakan diterapkan dalam pengaturan tata
letak kantor dengan harapan pegawai mampu menghasilkan kinerja dan
produktivitas kerja yang lebih optimal. Wignjosoebroto mengemukakan beberapa
prinsip ekonomi gerakan yaitu:
1.
Prinsip ekonomi
gerakan dihubungkan dengan tempat kerja berlangsung.
a.
Tempat-tempat
tertentu yang tidak sering dipindah-pindahkan harus disediakan untuk semua alat
dan bahan sehingga dapat menimbulkan kebiasaan yag tetap.
b.
Letakan bahan
dan peralatan pada jarak yang dapat dengan mudah dan nyaman dicapai pekerja
sehingga mengurangi usaha mencari-cari.
2.
Prinsip ekonomi
gerakan dihubungkan dengan desain peralatan kerja yang digunakan.
a.
Kurangi
sebanyak mungkin pekerjaan tubuh (manual) apabila hal tersebut dapat
dilaksanakan dengan peralatan kerja.
b.
Usaha menggunakan
peralatan kerja yang dapat melaksanakan berbagai macam pekerjaan sekaligus,
baik yang sejenis maupun yang berlainan.[15]
[1] Doni Juni Priansa dan Agus
garnida, Manajemen Perkantoran Efektif,
Efisien, dan Profesional, (Bandung: Alfabeta, 2013), h.122
[2] Ibid.,
[3] Ibid.,
[4] Ibid., h 113
[5] Ibid., h 113-115
[6] Ibid., h 115
[7] Ibid., h 116
[8] Ibid.,
[9] Doni Juni Prianto dan Fanny
Damayanti, Administrasi dan Operasional
Perkantoran. (Bandung: Alfabeta. 2015). h 113-117
[10]Doni Juni Priansa dan Agus Garnida. Op, cit. h 125
[11] Ibid.,
[12] Ibid.,
[13] Ibid., h 126
[14] Ibid.,
[15] Ibid., h 127
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
A.
Kesimpulan
1.
Ergonomi
berasal dari kata “ergo” atau
gerak/kerja, dan “nomos” yag artinya
alamiah yaitu gerakan yang efekktif, efisien, nyaman, aman, tidak menimbulkan
kelelahan dan kecelakaan sesuai kemampuan tubuh tetapi mendapatkan hasil kerja
yang optimal.
2.
Penerapan
ergonomi dapat dilakukan denga dua pendekatan yaitu: Pendekatan kuratif,
pendekatan konseptual. Manfaat ergonomi Meningkatkan unjuk kerja. Seperti,
menambah kecepatak kerja ketepatan, keselamatan, mengurangi energi serta
kelelahan yang berlebihan, Mengurangi waktu, biaya pelatihan dan pendidikan,
Mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya manusia melalui peningkatan
keterampilan yang diperlukan, Mengurangi waktu yang terbuang secara sia-siadan
meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia,
Meningkatkan kenyamanan kariawan dalam bekerja.
3.
Prinsip
tata ruang dan perencanaan tata ruang menurut Soedjadi harus diselenggarakan
dengan setepat-tepatnya.
4.
Pengertian
tata ruang kantor dalam bahasa inggris disebut denagn Office Layout. Tata ruang kantor menjelakan bagaimana penggunaan
ruang secara efektif serta mampu bemberikan kesan yang mendalam bagi pegawai.
5.
Tata
ruang kantor yang ergonomi menurut Wingjosoebroto adalah pengaturan tata letak
dan fasilitas kerja untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien seperti
halnya dengan pengatura gerakan dan disesuaikan juga dengan aliran kegiatan dan
gerakan yang efisien.
B.
Saran
Ergonomi dan tata ruang sangat bagus jika kita senantiasa
mengaplikasikannya di dalam tata ruang kantor, kelas dan masih banyak lagi
ruangan yang membutuhkan konsep ergonomi dan tata ruang, adapun kami dari
penulis sangat menyerankan bagi pembaca yang budiman agas senantiasa
mengaplikasikan ergonomi dan tata ruang di dalam kantor atau ruang kelas,
karena bisa menciptakan ruangan yang nyaman, sehat dan efisien. Penulis sadar
jika dalam makalah kami masih sangat banyak kekurangan, maka dari itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang budiman yang bersifat
membangun.
DAFTAR PUSTAKA
Doni Juni Priansa dan Agus
garnida, Manajemen Perkantoran Efektif,
Efisien, dan Profesional, Bandung. Alfabeta, 2013
Doni
Juni Prianto dan Fanny Damayanti, Administrasi
dan Oprasional Perkantoran, Bandung, Alfabeta, 2015
