Senin, 11 Desember 2017

Analisis lingkungan. manajemen Stratejik

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang 
Perkembangan alat analisis untuk mengidentifikasi berbagai peluang dan ancaman mengalami perkembangan yang lebih pesar dibandingkan perkembangan alat analisis untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sumber daya perusahaan. Fokus manajemen stratejik pada mulanya lebih banyak tertuju pada pembahasanm mengenai diagnosis lingkungan eksternal perusahaan untuk menemukan berbagai isu trategis dan membuat skenario berdasarkan isis-isi strategis tersebut. Sementara itu diskusi mengenai pengukuran kemampaun sumberdaya internal dan ekternal organisasi sering kali hanya terbatas pada pengukuran sumber daya perusahaan yang berada dibawah pengendalian berbagai fungsi organisasi seperti keuangan, sumber daya manusia, sistem informasi dan pemasaran.
Perhatian terhadap pengembangan alat-alat analisis untuk mengukur kemampuan sumber daya perusahaan saat ini mengalami perkembangan, setelah munculnya pendekatan berbasis sumber daya sebagai pendekatan manajemen stratejik yang baru.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penyusun merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini:
1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian sumber daya organisasi?
2.      Apa yangdimasud dengan tujuan pengelolaan sumber daya organisasi?
3.      Apa tujuan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan ?
4.      Apa alat-alat analisis lingkunagn internal dan eksternal perusahaan?
5.      Apa tahap-tahap analisis sumber daya organisasi?
C.    Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu untuk menjawab permasalahan sebagaimana diungkapkan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian sumber daya organisasi.
2.      Untuk mengetahui  apa yang dimasud dengan tujuan pengelolaan sumber daya organisasi.
3.      Untuk mengetahui  apa tujuan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
4.      Untuk mengetahui  apa alat-alat analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
5.      Untuk mengetahui  apa tahap-tahap analisis sumber daya organisasi.


BAB II
PEMBAHASAN

A.            Pengertian Sumber Daya Organisasi
Sumber daya (resources) dalam suatu organisasi perusahaan adalah berbagai jenis imput yang dimasuk kan kedalam peroses operasi perusahaan. Sumber daya mencakup modal, fasiliatas fisik, manusia teknologi dan berbagai pendukung organisasi perusahaan lainnya yang memungkinkan sebuah perusahaan menciptakan nilai (value) bagi para pelanggannya[1]. Sumber daya organisasi dapat dibagi dalam dua kategori.
a.         Sumber daya yang berwujud yang mencakup segala jenis sumber dayayang dapat dilihat bentuk fisiknya seperti tanah, bangunan, pabrik, peralatanmesin, uang dan persediaan.
b.        Sumberdaya yang tak berwujud yaitu berbbagai sumber daya yang nonfisik yang diciptakan perusahaan dan para karyawannya, seperti: nama merek, reputasi perusahaan, pengetahuan dan pengalaman sumberdaya manusia perusahaan, kekayaan intelektual perusahaan yang di wujudkan dalam bentuk paten, hak cipta dan merek dagang (trademark).[2]
B.            Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Organisasi
Perusahaan atau organisasi mengelola sumber daya untuk menghasilkan sejumlah output (keluaran) dan outcome (hasil) dimana output maupun outcome yang dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya harus berkontribusi terhadpa pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan.[3] Hal ini berlaku baik bagi perusahaan yang bersifat mencari keuntungan (profit seeking) maupun organisasi yang melayani kepentingan publik. Sebagaia contoh, kementrian pekerjaan umum repoblik indonesia sebagai organisasi yang melayani kepentingan  publik melakukan pengelolaan sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan sejumlah output seperti jumlah panjang jalan nasional yang berhasil dibangun dalam kurun waktu tertentu. Jalan nasional yang dibangun tersebut diharapkan akan memberikan aksesibilatas kepada masyarakat untuk melakukan pergerakan (mobilitas) dari suatu wilayah kewilayah lainnya,sehinga hasil ahir yang ingin dicapai melalui pembangunan sejumlah jalan nasional terrsebut adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi wilayah.peningkatan aksesibilitas, mobilitas, maupun dampak pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan oleh pembangunan jalan merupaka bentuk-bentuk outcome kemmetrian pekkerjaan umum.
Kualitas output maupun outcome dari berbagai perogram yang dijalangkan perusahaan sangat bergantung pada kualitas dari sumber daya maupun proses bisnis internal yang dimiliki oleh perusahaan. Padahal bebagai perogram, di buat dan dijankan untuk mendukung kebijakan yang di turunkan dari tujuan dan strategi perusahaan. Dengan demikian jika perusahaan memiliki kualitas output maupun outcome yang lebih rendah dibandingkan pesaing maka perusahaan akan berpotensi kehilangan daya saing.
Visi dan Misi
Tujuan
Sasaran/Target
program
Kegiatan
Outcome
Output
 












·           Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program; atau keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan
·           Program adalah intrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan
·           Kegitan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran trukur pada satu program
·           Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam suatu program
·           Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan olehkegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan pencapaian program dan kebijakan
·           Indikator kinerja utama (IKU) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategi organisasi. [4]
Pada gambar diatas Dapat kita lihat bahwa  ssaran/target yang diterjemahkan dalam bentuk program dan berbagai kegiatan akan menghasilkan sejumlah output (keluaran dari kegiatan) dan outcome (berpungsinya output pada tingkat program). Untukmengukur kinerja kegiatan maka di gnkan ukuran indikator kinerja kegiatan (IKK) sedangkan untuk mengukur kinerja kegiatan organisasi maka di gunakan indikator kinerja utama (IKU). Pencapaian kinerja baik yang diukur melalui IKK maupun IKU akan mencermingkan bagaimana kualitas sumberdaya organisasi yang dimiliki perusahaan serta sejauh mana tingkat utilisasi sumberdaya tersebut dalam kurun waktu tertentu.
C.            Tujuan Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan
Analisis Internal
Analisis terhadap lingkungan internal perusahaan bertujuan untukmengidentifikasi sejumalah kegiatan dan kelemahan yang terdapat pada sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki perusahaan.[5] Sumber daya dan proses bisnis internal dikatan memeiliki kekuatan apabila sumber daya dan proses bisnis internal tersebut memiliki kemampuan (capability) yang akan menciptakan distinctive competencies sehingga perusahaan akan memperoleh keunggulan kompetitif. Sedangkan bila sumberdaya dan proses bisnis internal perusahaan tidak mamapu menciptakan distinctive competencies sehingga perusahaan kalah bersaing dibandingkan perusaan pesaing, maka sumber daya dan proses bisnis internal perusahaan dikatakan memiliki berbagai kelemahan.
Perusahaan melakukan analisis kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses bisnis internal denga membandingkan sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki perusahaan dengan sumberdaya dan proses bisnis intrnal yang dimiliki oleh perusahaan pesaing, baik yang menghasilkan produk sejenis maupun perusahaan yang menghasilkan produk suntitusi.
Anlisis eksternal
Lingkungan eksternal memiliki dua bagian yaitu: lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen atau kelompok yang langsung berpengaruh dan dipengaruhi oleh operasi utama organisasi. Elemen tersebut antara lain, pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan[6]. Lingkungan kerja perusahaan sering juga disebut industri. Lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum yang tidak terhubung lengsung dengan aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang.
Tujuan audit eksternal adalah mengembangkan daftar terbatas dari peluang yang dapat menguntungkan perusahaan dari ancamanyang harus dihindari. Sebagaimana diisyaratkan dengan istilah terbatas, audit eksternal tidak bertujuan mengembangkan daftar lengkap dan menyeluruh dari setiap faktor yang dapat mempengaruhi bisnis, tetapi bertujuan mengidentifikasi variabel penting menawarkan respon berupa tindakan.
D.            Alat-Alat Analisis Lingkungan Internal dan eksternal Perusahaan
Lingkungan Internal
Terdapat beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk melakukan analisis lingkungan internal perusahaan. Beberapa alat analisis lingkungan internal perusahaan yang dapat digunakan perusahaan sebagai berikut:
a.    Analisis rantai nilai industri
Analisis rantai nilai industri (indutry value chain analysis) sangat berguna untuk menilai apakah perusahaan saat ini sudah berada pada jalur rantai nilai yang tepat dalam suatu industri.[7] Perusahaan saat ini tidak bisa lagi berjalan secara individual untuk dapat meraih keunggulan kompetitif, melaingkan harus bergabung denga rangkaian rantai nilai dari perusahaan lainnya. Masing-masing perusahaan yang tergabung dalam suatu rantai nilai harus dapat memberikan kontribusi yan menguntungkan bagi rantai nilai selanjutnya.
Analisis rantai nilai industri digunakan untuk memastika bahwa perusahaan berada di jalur rantai nilai yang kompetitif dibbandingkan pesaingnya. Hal ini dapat dilihat dari biaya dan margin yang terjadi dalam jalur rantai nilai industri dimana perusahaan berada bila dibandingkan dengan biaya dan margin yang terjadi untuk perusahaan lainnya dalam industri yang sama.[8] Perbedaan biaya dan margin yang unfavorable (merugikan) dapat mengakibatkan prusahaan mengalami kehilangan daya saing dalam jangka panjang. Prusahaan bisa berada di dalam rantai nilai industri yang tidak kompetitif  baik yang di akibatkan oleh tingginya harga bahan bakuyang di peroleh perusahaan dibandingkan pesaing maupun akibat tingginya biaya distribusi yang dilakukan oleh perusahaan distributor setelah produk perusahaan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen antara maupun konsumen akhir. Sebagai contoh setelah produk dihasilkan oleh sebuah perusahaan menufaktur, maka produk tersebut selanjutnya akan di pasrkan melalui sejumlah saluran distribusi.
b.    Analisis rantai nilai koperai
Adapun untuk melakukan analisis terhadpa kemampuan sumber daya internal organisasi yang terdiri dari berbagaia fungsi organisasi seperti fungsi pemaaran, keuangan, produksi, riset dan pengenbangan , serta fungsi lainnya yang ada di dalam perusahaan di mana keseluruhan kemampuan fungsi-fungsi perusahaan tersebut bermuara pada kemampuan perusahaan untuk menhasilka margin maka perusahaan harus melakukan analisis rantai nilai kperasi (corporate value chain analysis).[9] Menurut Porter “setiap koperasi memiliki rantai nilai internal yang berbeda-beda”. Sebagai contoh perusahaanyang bergerak di bidang manufaktur, Porter  memebagi aktivitas perusahaan yang memeiliki sumbangan terhadap pembentukkan margin perusahaan ke dua kelompok kegiatan, yitu:
a)    Aktivitas utama
Di dalama aktivitas utana perusahaan, terdapat proses operasi. Proses operasi merupakan proses penciptaan nilai baik yang berlaku dalam industri jasa yang baik mengomversi bahan baku menjadi output maupun dalan industri manufaktur yang mengubah sejumlah input menjadi output. Prusahaan manufaktur memerlukan bahan baku dan bahan penolong untuk mengonversi bahan baku tersebut menadi barang jadi.
b)   Aktivitas pendukung
Untuk mendukung kegiatan operasi/produksi, perusahaan memiliki infrastruktur prusahaan yang akan memungkinkan kegiatan operasi/produksi berjalan secara optimal. Instruktur perusahaan mencakup didalamnya kegiatan manajemen, dukungan keuangan dan perencanaan strategis yang akan menetapkan secara positif tujuan dan strategi yang di tetapkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mendukung implementasi perencanaan strategis maka perusahaan memerlukan sumberdaya manusia yang memeiliki kompetensi dimana kompetensi tersebut dikembangkan secara kontinu melalui kegiatan pelatihan (training) dan pengembangan.
Lingkunagn eksternal
Barney dan Hesterly menyebutkan adanga dua jenis alat anlisis yang dapat digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan perusahaan. Kedua alat analisis tersebut adalah analisis struktur industri yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang usaha, yang kedua adalah analisis five forces yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan. Alat analisis diatas ditujuan agar perusahaan dapat menggunakan analisis STEEPLE. Analisis STEEPLE lebih ditujukan untuk menganalisis lingkungan umum perusahaan, dimana perubahan lingkungan umum perusahaan dapat menciptakan sejumblah peluang maupun ancaman bagi perusahaan.[10]
E.            Tahap-tahap Analisis Sumber Daya Organisasi.
Duncan dkk. Menyebutkan adanya empat tahap yang harus dilakukan perusahaan untuk mematahkan berbagai kekuatan dari sumber daya yang dimilikinya serta mengidentifikasi bagaimana kontribusi kekuatan sumberdaya internal tersebut terhadap pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan. [11]
1.        Survei atas berbagai potensi kekuatan dan kelemahan organisasi
Pada tahap ini perusahaan melakukan survei terhadap rantai nilai perusahaan yang mencakup survei terhadap berbagai infrastruktur perusahaan, sumberdaya manusia, pengembangan teknologi, peroses pengadaan barang, proses logistik kedalam maupun keluar perusahaan, manajemen operasi, aktivitas pemasaran dan penjualan, serta layanan perusahaan. Untuk melengkapi survei ini, perusahaan juga harus melakukan survei terhadap laporan keuangan perusahaan, standar sumber daya manusia yang ada di perusahaan, bagan organisasi, serta survei terhadap pelanggan dan karyawan. Temuan-temuan dari survei tersebut kedian dibandingkan dengan standar industri dan tren yang terjadi di lingkungan industri. Selanjutnya penilaian diberikan untuk menetukan apakah kinerja yang di tunjukan sumber daya perusahaan merupakan kekuatan untuk kelemahan dibandingkan pesaing yang ada dalam suatu industri.
2.        Pengelompokan berbagai kekuatan dan kelemahan organisasi berdasarkan hasil survei
Menurut Duncan dkk. Hal yang paling penting dalam tahap ini adalah perusahaan harus memahami dengan tepat jenis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaanbaik dalam arti absolut maupun relatif terhadap pesaing.
Pada tahap kedua ini, kekuatan dan kelemahan potensial perusahaan dikategorikan sebagai kekuatan dan kelemahan sumberdaya (resources) dan kekuatan dan kelamahan kemampuan (capabiliti). Meneurut pendekatan strategis berbasis sumber daya  (resource-based approach), kedua hal tersebut, bersama-sama dengan kualitas manajemen strategik perusahaan akan menentuka keunggulan kompetitif perusahaan.
3.        Investugasi sumber keunggulan kompeitif
Keunggulan kompetitif dapat diraih oleh perusahaan bila perusahaan dapat menambahkan nilai (value) kepada pelanggan. Nilai tersebut dapat berasal dari adanya kepemimpinan biaya (cost leadership) yakni dalam hal ini perusahaan dapat menawarkan barang atau jasa berkualitas sama dengan pesaing tetapi harganya lebih rendah. Perusahaan dapat pula memberikan tambahan nilai kepada pelanggan melalaui kegiatan deferensiasi yakni perusahaan menawarkan barang atau jasa yang dipersepsi memiliki keunikan dalam berbagai karakteristik pentingnya dibandingkan barang atau jasa yang di tawarkan pesaing. Hal yang paling penting bagi manajer perusahaan adalah pemahaman mengenai bagaimana masing-masing sumber daya dan kemampuan yang dimiliki daya saing akan dapat memengaruhi struktur biaya dan keunikan produk perusahaan.
Hal yang paling penting dilakukan perusahaan pada tahap ketiga adalah menetapkan dengan tepat bagian aktivitas utama maupun aktivitas pendukung mana dalam rantai nilai porter yang memeiliki potensi untuk menghasilkan keunggulan kompetitif atau menyebabkan kerugian kompetitif bagi perusahaan.
4.        Evaluasi keunggulan kompetitif
Berdasarkan berbagai kekuatan dan kelemahan yang di miliki pengarus bagi pencapaian keunggulan kompetitif maupun penyebab terjadinya kerugian kompetitif, selanjutnya di buat implikasi strategis yakni apakah perusahaan akan menggunakan strategis diferensiasi ataukah kepemimpinan biaya dengan memperhatikan banyaknya kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh sumber daya dan kemampuan perusahaan.

BAB III
KESIMPULAN
A.    Kesimpulan
1.      pengertian sumber daya organisasi Sumber daya (resources) dalam suatu organisasi perusahaan adalah berbagai jenis imput yang dimasuk kan kedalam peroses operasi perusahaan. Sumber daya mencakup modal, fasiliatas fisik, manusia teknologi dan berbagai pendukung organisasi perusahaan lainnya yang memungkinkan sebuah perusahaan menciptakan nilai (value) bagi para pelanggannya.
2.      tujuan pengelolaan sumber daya organisasi Perusahaan atau organisasi mengelola sumber daya untuk menghasilkan sejumlah output (keluaran) dan outcome (hasil) dimana output maupun outcome yang dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya harus berkontribusi terhadpa pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan
3.      tujuan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan Perusahaan atau organisasi mengelola sumber daya untuk menghasilkan sejumlah output (keluaran) dan outcome (hasil) dimana output maupun outcome yang dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya harus berkontribusi terhadpa pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan. Lingkungan eksternal memiliki dua bagian yaitu: lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen atau kelompok yang langsung berpengaruh dan dipengaruhi oleh operasi utama organisasi. Elemen tersebut antara lain, pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan
4.      alat-alat analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan Terdapat beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk melakukan analisis lingkungan internal perusahaan. Beberapa alat analisis lingkungan internal perusahaan yang dapat digunakan perusahaan antara lain Analisis rantai nilai industri dan Analisis rantai nilai koperasi. Sedangkan lingkungan eksternal menurut Barney dan Hesterly menyebutkan adanga dua jenis alat anlisis yang dapat digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan perusahaan. Kedua alat analisis tersebut adalah analisis struktur industri yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang usaha, yang kedua adalah analisis five forces yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan. Alat analisis diatas ditujuan agar perusahaan dapat menggunakan analisis STEEPLE.
5.      tahap-tahap analisis sumber daya organisasi Menyebutkan adanya empat tahap yang harus dilakukan perusahaan untuk mematahkan berbagai kekuatan dari sumber daya yang dimilikinya serta mengidentifikasi bagaimana kontribusi kekuatan sumberdaya internal tersebut terhadap pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan antara lain: Survei atas berbagai potensi kekuatan dan kelemahan organisasi, Pengelompokan berbagai kekuatan dan kelemahan organisasi berdasarkan hasil survei, Investugasi sumber keunggulan kompeitif, Evaluasi keunggulan kompetitif






[1] Ismail solihin, manajemen stratejik, (Erlangga, Jakarta, 2012), h 144
[2] Ibid.,
[3] Ibid., h 145
[4] Ibid., h 146
[5] Ibid., h 147
[6] Sedarmayanti, manajemen strategi, ( PT Refika Aditama, Bandung, 2014), h 114
[7] Ismali Solihin, Op, Cit,
[8] Ibid., h 148
[9] Iibid., h 150
[10] Sedarmayanti, Op, Cit.
[11] Ismail Solihin, Op, Cit, h 152

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARMY

Lirik Soyou (소유) - I Miss You (Goblin/도깨비 OST Part.7) [HANGUL/ROM/ ENGLISH & INDONESIA TRANSLATION] HANGUL 바라보면 자...