PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Perkembangan alat analisis untuk mengidentifikasi
berbagai peluang dan ancaman mengalami perkembangan yang lebih pesar
dibandingkan perkembangan alat analisis untuk menganalisis kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki sumber daya perusahaan. Fokus manajemen stratejik pada
mulanya lebih banyak tertuju pada pembahasanm mengenai diagnosis lingkungan
eksternal perusahaan untuk menemukan berbagai isu trategis dan membuat skenario
berdasarkan isis-isi strategis tersebut. Sementara itu diskusi mengenai
pengukuran kemampaun sumberdaya internal dan ekternal organisasi sering kali
hanya terbatas pada pengukuran sumber daya perusahaan yang berada dibawah
pengendalian berbagai fungsi organisasi seperti keuangan, sumber daya manusia,
sistem informasi dan pemasaran.
Perhatian terhadap pengembangan alat-alat analisis
untuk mengukur kemampuan sumber daya perusahaan saat ini mengalami
perkembangan, setelah munculnya pendekatan berbasis sumber daya sebagai
pendekatan manajemen stratejik yang baru.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian diatas maka penyusun merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas
dalam makalah ini:
1. Apa yang
dimaksud dengan pengertian sumber daya organisasi?
2.
Apa
yangdimasud dengan tujuan pengelolaan sumber daya organisasi?
3.
Apa tujuan analisis
lingkungan internal dan eksternal perusahaan ?
4.
Apa alat-alat analisis
lingkunagn internal dan eksternal perusahaan?
5.
Apa tahap-tahap analisis
sumber daya organisasi?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan dari makalah ini yaitu untuk menjawab permasalahan sebagaimana
diungkapkan sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian sumber daya organisasi.
2.
Untuk
mengetahui apa yang dimasud dengan tujuan
pengelolaan sumber daya organisasi.
3.
Untuk
mengetahui apa tujuan analisis
lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
4.
Untuk
mengetahui apa alat-alat analisis
lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
5.
Untuk
mengetahui apa tahap-tahap analisis
sumber daya organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sumber
Daya Organisasi
Sumber daya (
resources)
dalam suatu organisasi perusahaan adalah berbagai jenis imput yang dimasuk kan
kedalam peroses operasi perusahaan. Sumber daya mencakup modal, fasiliatas
fisik, manusia teknologi dan berbagai pendukung organisasi perusahaan lainnya yang
memungkinkan sebuah perusahaan menciptakan nilai (
value) bagi para
pelanggannya
. Sumber daya
organisasi dapat dibagi dalam dua kategori.
a.
Sumber daya yang berwujud
yang mencakup segala jenis sumber dayayang dapat dilihat bentuk fisiknya
seperti tanah, bangunan, pabrik, peralatanmesin, uang dan persediaan.
b.
Sumberdaya yang tak
berwujud yaitu berbbagai sumber daya yang nonfisik yang diciptakan perusahaan
dan para karyawannya, seperti: nama merek, reputasi perusahaan, pengetahuan dan
pengalaman sumberdaya manusia perusahaan, kekayaan intelektual perusahaan yang
di wujudkan dalam bentuk paten, hak cipta dan merek dagang (
trademark).
B.
Tujuan Pengelolaan
Sumber Daya Organisasi
Perusahaan atau
organisasi mengelola sumber daya untuk menghasilkan sejumlah
output (keluaran)
dan
outcome (hasil) dimana output maupun outcome yang dihasilkan dari
pengelolaan sumberdaya harus berkontribusi terhadpa pencapaian keunggulan
kompetitif perusahaan.
Hal ini berlaku baik bagi perusahaan yang bersifat mencari keuntungan (
profit
seeking) maupun organisasi yang melayani kepentingan publik. Sebagaia
contoh, kementrian pekerjaan umum repoblik indonesia sebagai organisasi yang
melayani kepentingan
publik melakukan
pengelolaan sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan sejumlah output seperti
jumlah panjang jalan nasional yang berhasil dibangun dalam kurun waktu
tertentu. Jalan nasional yang dibangun tersebut diharapkan akan memberikan
aksesibilatas kepada masyarakat untuk melakukan pergerakan (mobilitas) dari
suatu wilayah kewilayah lainnya,sehinga hasil ahir yang ingin dicapai melalui
pembangunan sejumlah jalan nasional terrsebut adalah meningkatnya pertumbuhan
ekonomi wilayah.peningkatan aksesibilitas, mobilitas, maupun dampak pertumbuhan
ekonomi yang diakibatkan oleh pembangunan jalan merupaka bentuk-bentuk outcome
kemmetrian pekkerjaan umum.
Kualitas output
maupun outcome dari berbagai perogram yang dijalangkan perusahaan sangat
bergantung pada kualitas dari sumber daya maupun proses bisnis internal yang
dimiliki oleh perusahaan. Padahal bebagai perogram, di buat dan dijankan untuk
mendukung kebijakan yang di turunkan dari tujuan dan strategi perusahaan.
Dengan demikian jika perusahaan memiliki kualitas output maupun outcome yang
lebih rendah dibandingkan pesaing maka perusahaan akan berpotensi kehilangan
daya saing.
·
Sasaran (target) adalah
hasil yang diharapkan dari suatu program; atau keluaran yang dihasilkan dari
suatu kegiatan
·
Program adalah intrumen
kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan
·
Kegitan adalah bagian dari
program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian
dari pencapaian sasaran trukur pada satu program
·
Hasil (outcome) adalah
segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan
dalam suatu program
·
Keluaran (output) adalah
barang atau jasa yang dihasilkan olehkegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung
pencapaian sasaran dan pencapaian program dan kebijakan
·
Indikator kinerja utama
(IKU) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategi
organisasi.
Pada gambar
diatas Dapat kita lihat bahwa
ssaran/target yang diterjemahkan dalam bentuk program dan berbagai
kegiatan akan menghasilkan sejumlah output (keluaran dari kegiatan) dan outcome
(berpungsinya output pada tingkat program). Untukmengukur kinerja kegiatan maka
di gnkan ukuran indikator kinerja kegiatan (IKK) sedangkan untuk mengukur
kinerja kegiatan organisasi maka di gunakan indikator kinerja utama (IKU).
Pencapaian kinerja baik yang diukur melalui IKK maupun IKU akan mencermingkan
bagaimana kualitas sumberdaya organisasi yang dimiliki perusahaan serta sejauh
mana tingkat utilisasi sumberdaya tersebut dalam kurun waktu tertentu.
C.
Tujuan Analisis
Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan
Analisis
Internal
Analisis
terhadap lingkungan internal perusahaan bertujuan untukmengidentifikasi
sejumalah kegiatan dan kelemahan yang terdapat pada sumber daya dan proses
bisnis internal yang dimiliki perusahaan.
Sumber daya dan proses bisnis internal dikatan memeiliki kekuatan apabila
sumber daya dan proses bisnis internal tersebut memiliki kemampuan (
capability)
yang akan menciptakan
distinctive competencies sehingga perusahaan akan
memperoleh keunggulan kompetitif. Sedangkan bila sumberdaya dan proses bisnis
internal perusahaan tidak mamapu menciptakan
distinctive competencies sehingga
perusahaan kalah bersaing dibandingkan perusaan pesaing, maka sumber daya dan
proses bisnis internal perusahaan dikatakan memiliki berbagai kelemahan.
Perusahaan
melakukan analisis kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses bisnis internal
denga membandingkan sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki
perusahaan dengan sumberdaya dan proses bisnis intrnal yang dimiliki oleh
perusahaan pesaing, baik yang menghasilkan produk sejenis maupun perusahaan
yang menghasilkan produk suntitusi.
Anlisis
eksternal
Lingkungan
eksternal memiliki dua bagian yaitu: lingkungan kerja dan lingkungan sosial.
Lingkungan kerja terdiri dari elemen atau kelompok yang langsung berpengaruh
dan dipengaruhi oleh operasi utama organisasi. Elemen tersebut antara lain,
pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan,
kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan
.
Lingkungan kerja perusahaan sering juga disebut industri. Lingkungan sosial
terdiri dari kekuatan umum yang tidak terhubung lengsung dengan aktivitas
jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi
keputusan-keputusan jangka panjang.
Tujuan audit
eksternal adalah mengembangkan daftar terbatas dari peluang yang dapat
menguntungkan perusahaan dari ancamanyang harus dihindari. Sebagaimana
diisyaratkan dengan istilah terbatas, audit eksternal tidak bertujuan
mengembangkan daftar lengkap dan menyeluruh dari setiap faktor yang dapat
mempengaruhi bisnis, tetapi bertujuan mengidentifikasi variabel penting
menawarkan respon berupa tindakan.
D.
Alat-Alat Analisis
Lingkungan Internal dan eksternal Perusahaan
Lingkungan
Internal
Terdapat
beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk melakukan analisis lingkungan
internal perusahaan. Beberapa alat analisis lingkungan internal perusahaan yang
dapat digunakan perusahaan sebagai berikut:
a.
Analisis rantai nilai
industri
Analisis rantai
nilai industri (
indutry value chain analysis) sangat berguna untuk
menilai apakah perusahaan saat ini sudah berada pada jalur rantai nilai yang
tepat dalam suatu industri.
Perusahaan saat ini tidak bisa lagi berjalan secara individual untuk dapat
meraih keunggulan kompetitif, melaingkan harus bergabung denga rangkaian rantai
nilai dari perusahaan lainnya. Masing-masing perusahaan yang tergabung dalam
suatu rantai nilai harus dapat memberikan kontribusi yan menguntungkan bagi
rantai nilai selanjutnya.
Analisis rantai
nilai industri digunakan untuk memastika bahwa perusahaan berada di jalur
rantai nilai yang kompetitif dibbandingkan pesaingnya. Hal ini dapat dilihat
dari biaya dan margin yang terjadi dalam jalur rantai nilai industri dimana
perusahaan berada bila dibandingkan dengan biaya dan margin yang terjadi untuk
perusahaan lainnya dalam industri yang sama.
Perbedaan biaya dan margin yang
unfavorable (merugikan) dapat
mengakibatkan prusahaan mengalami kehilangan daya saing dalam jangka panjang.
Prusahaan bisa berada di dalam rantai nilai industri yang tidak kompetitif
baik yang di akibatkan oleh tingginya harga
bahan bakuyang di peroleh perusahaan dibandingkan pesaing maupun akibat
tingginya biaya distribusi yang dilakukan oleh perusahaan distributor setelah
produk perusahaan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen antara
maupun konsumen akhir. Sebagai contoh setelah produk dihasilkan oleh sebuah
perusahaan menufaktur, maka produk tersebut selanjutnya akan di pasrkan melalui
sejumlah saluran distribusi.
b.
Analisis rantai nilai
koperai
Adapun
untuk melakukan analisis terhadpa kemampuan sumber daya internal organisasi
yang terdiri dari berbagaia fungsi organisasi seperti fungsi pemaaran,
keuangan, produksi, riset dan pengenbangan , serta fungsi lainnya yang ada di
dalam perusahaan di mana keseluruhan kemampuan fungsi-fungsi perusahaan
tersebut bermuara pada kemampuan perusahaan untuk menhasilka margin maka
perusahaan harus melakukan analisis rantai nilai kperasi (
corporate value
chain analysis).
Menurut Porter “setiap koperasi memiliki rantai nilai internal yang
berbeda-beda”. Sebagai contoh perusahaanyang bergerak di bidang manufaktur,
Porter
memebagi aktivitas perusahaan
yang memeiliki sumbangan terhadap pembentukkan margin perusahaan ke dua
kelompok kegiatan, yitu:
a)
Aktivitas utama
Di dalama
aktivitas utana perusahaan, terdapat proses operasi. Proses operasi merupakan
proses penciptaan nilai baik yang berlaku dalam industri jasa yang baik
mengomversi bahan baku menjadi output maupun dalan industri manufaktur yang
mengubah sejumlah input menjadi output. Prusahaan manufaktur memerlukan bahan
baku dan bahan penolong untuk mengonversi bahan baku tersebut menadi barang
jadi.
b)
Aktivitas pendukung
Untuk
mendukung kegiatan operasi/produksi, perusahaan memiliki infrastruktur
prusahaan yang akan memungkinkan kegiatan operasi/produksi berjalan secara
optimal. Instruktur perusahaan mencakup didalamnya kegiatan manajemen, dukungan
keuangan dan perencanaan strategis yang akan menetapkan secara positif tujuan
dan strategi yang di tetapkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut.
Untuk mendukung implementasi perencanaan strategis maka perusahaan memerlukan
sumberdaya manusia yang memeiliki kompetensi dimana kompetensi tersebut
dikembangkan secara kontinu melalui kegiatan pelatihan (training) dan
pengembangan.
Lingkunagn
eksternal
Barney dan
Hesterly menyebutkan adanga dua jenis alat anlisis yang dapat digunakan
perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang berasal dari
lingkungan perusahaan. Kedua alat analisis tersebut adalah analisis struktur
industri yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang usaha,
yang kedua adalah analisis
five forces yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal
perusahaan. Alat analisis diatas ditujuan agar perusahaan dapat menggunakan
analisis STEEPLE. Analisis STEEPLE lebih ditujukan untuk menganalisis
lingkungan umum perusahaan, dimana perubahan lingkungan umum perusahaan dapat
menciptakan sejumblah peluang maupun ancaman bagi perusahaan.
E.
Tahap-tahap Analisis
Sumber Daya Organisasi.
Duncan dkk.
Menyebutkan adanya empat tahap yang harus dilakukan perusahaan untuk mematahkan
berbagai kekuatan dari sumber daya yang dimilikinya serta mengidentifikasi
bagaimana kontribusi kekuatan sumberdaya internal tersebut terhadap pencapaian
keunggulan kompetitif perusahaan.
1.
Survei atas berbagai
potensi kekuatan dan kelemahan organisasi
Pada tahap
ini perusahaan melakukan survei terhadap rantai nilai perusahaan yang mencakup
survei terhadap berbagai infrastruktur perusahaan, sumberdaya manusia,
pengembangan teknologi, peroses pengadaan barang, proses logistik kedalam
maupun keluar perusahaan, manajemen operasi, aktivitas pemasaran dan penjualan,
serta layanan perusahaan. Untuk melengkapi survei ini, perusahaan juga harus
melakukan survei terhadap laporan keuangan perusahaan, standar sumber daya
manusia yang ada di perusahaan, bagan organisasi, serta survei terhadap
pelanggan dan karyawan. Temuan-temuan dari survei tersebut kedian dibandingkan
dengan standar industri dan tren yang terjadi di lingkungan industri.
Selanjutnya penilaian diberikan untuk menetukan apakah kinerja yang di tunjukan
sumber daya perusahaan merupakan kekuatan untuk kelemahan dibandingkan pesaing
yang ada dalam suatu industri.
2.
Pengelompokan berbagai
kekuatan dan kelemahan organisasi berdasarkan hasil survei
Menurut
Duncan dkk. Hal yang paling penting dalam tahap ini adalah perusahaan harus
memahami dengan tepat jenis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaanbaik
dalam arti absolut maupun relatif terhadap pesaing.
Pada tahap
kedua ini, kekuatan dan kelemahan potensial perusahaan dikategorikan sebagai
kekuatan dan kelemahan sumberdaya (resources) dan kekuatan dan kelamahan
kemampuan (capabiliti). Meneurut pendekatan strategis berbasis sumber
daya (resource-based approach),
kedua hal tersebut, bersama-sama dengan kualitas manajemen strategik perusahaan
akan menentuka keunggulan kompetitif perusahaan.
3.
Investugasi sumber
keunggulan kompeitif
Keunggulan
kompetitif dapat diraih oleh perusahaan bila perusahaan dapat menambahkan nilai
(value) kepada pelanggan. Nilai tersebut dapat berasal dari adanya
kepemimpinan biaya (cost leadership) yakni dalam hal ini perusahaan
dapat menawarkan barang atau jasa berkualitas sama dengan pesaing tetapi
harganya lebih rendah. Perusahaan dapat pula memberikan tambahan nilai kepada
pelanggan melalaui kegiatan deferensiasi yakni perusahaan menawarkan barang
atau jasa yang dipersepsi memiliki keunikan dalam berbagai karakteristik
pentingnya dibandingkan barang atau jasa yang di tawarkan pesaing. Hal yang
paling penting bagi manajer perusahaan adalah pemahaman mengenai bagaimana
masing-masing sumber daya dan kemampuan yang dimiliki daya saing akan dapat
memengaruhi struktur biaya dan keunikan produk perusahaan.
Hal yang
paling penting dilakukan perusahaan pada tahap ketiga adalah menetapkan dengan
tepat bagian aktivitas utama maupun aktivitas pendukung mana dalam rantai nilai
porter yang memeiliki potensi untuk menghasilkan keunggulan kompetitif atau
menyebabkan kerugian kompetitif bagi perusahaan.
4.
Evaluasi keunggulan
kompetitif
Berdasarkan
berbagai kekuatan dan kelemahan yang di miliki pengarus bagi pencapaian
keunggulan kompetitif maupun penyebab terjadinya kerugian kompetitif,
selanjutnya di buat implikasi strategis yakni apakah perusahaan akan
menggunakan strategis diferensiasi ataukah kepemimpinan biaya dengan
memperhatikan banyaknya kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh sumber daya
dan kemampuan perusahaan.
BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
1. pengertian
sumber daya organisasi Sumber daya (resources) dalam suatu
organisasi perusahaan adalah berbagai jenis imput yang dimasuk kan kedalam
peroses operasi perusahaan. Sumber daya mencakup modal, fasiliatas fisik, manusia
teknologi dan berbagai pendukung organisasi perusahaan lainnya yang
memungkinkan sebuah perusahaan menciptakan nilai (value) bagi para
pelanggannya.
2.
tujuan pengelolaan sumber
daya organisasi Perusahaan atau organisasi mengelola sumber daya untuk menghasilkan
sejumlah output (keluaran) dan outcome (hasil) dimana output
maupun outcome yang dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya harus berkontribusi
terhadpa pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan
3.
tujuan analisis lingkungan
internal dan eksternal perusahaan Perusahaan atau organisasi mengelola sumber
daya untuk menghasilkan sejumlah output (keluaran) dan outcome (hasil)
dimana output maupun outcome yang dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya harus
berkontribusi terhadpa pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan. Lingkungan
eksternal memiliki dua bagian yaitu: lingkungan kerja dan lingkungan sosial.
Lingkungan kerja terdiri dari elemen atau kelompok yang langsung berpengaruh
dan dipengaruhi oleh operasi utama organisasi. Elemen tersebut antara lain, pemegang
saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur,
serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan
4.
alat-alat analisis
lingkungan internal dan eksternal perusahaan Terdapat beberapa alat analisis
yang dapat digunakan untuk melakukan analisis lingkungan internal perusahaan.
Beberapa alat analisis lingkungan internal perusahaan yang dapat digunakan
perusahaan antara lain Analisis rantai nilai industri dan Analisis rantai nilai
koperasi. Sedangkan lingkungan eksternal menurut Barney dan Hesterly
menyebutkan adanga dua jenis alat anlisis yang dapat digunakan perusahaan untuk
mengidentifikasi peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan perusahaan.
Kedua alat analisis tersebut adalah analisis struktur industri yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang usaha, yang kedua adalah
analisis five forces yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan. Alat
analisis diatas ditujuan agar perusahaan dapat menggunakan analisis STEEPLE.
5.
tahap-tahap analisis sumber
daya organisasi Menyebutkan adanya empat tahap yang harus dilakukan perusahaan
untuk mematahkan berbagai kekuatan dari sumber daya yang dimilikinya serta
mengidentifikasi bagaimana kontribusi kekuatan sumberdaya internal tersebut
terhadap pencapaian keunggulan kompetitif perusahaan antara lain: Survei atas
berbagai potensi kekuatan dan kelemahan organisasi, Pengelompokan berbagai
kekuatan dan kelemahan organisasi berdasarkan hasil survei, Investugasi sumber
keunggulan kompeitif, Evaluasi keunggulan kompetitif